Minggu, 02 November 2014

Peristiwa: “Ujian Korporasi Menjelang AEC 2015”



ARA 2013
“Ujian Korporasi Menjelang AEC 2015”
ARA 2013 makin menjangkau kategori peserta yang lebih luas. Kriteria penilaian pun semakin menutup peluang penyampaian laporan yang hanya akal-akalan belaka. 

Mulai tahun ini, ajang kompetisi pelaporan keuangan bergengsi, Annual Report Award (ARA) menambah satu kategori baru, yakni dana pensiun, terdiri dari dana pensiun keuangan dan dana pensiun pemberi kerja. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dana pensiun kini memiliki kriteria penilaian sendiri, yang berbeda dari peserta pada umumnya (perusahaan).
Anggota Dewan Juri ARA 2013, Rosita Uli Sinaga mengatakan, pada ARA sebelumnya, tiga peserta dana pensiun tidak dimasukkan dalam penilaian, karena penyelenggaraan ARA belum memiliki kriteria penilaian khusus untuk lembaga tersebut.  “Sekarang ini dibuatkan kriteria khusus untuk meng-encourage mereka menyusun  annual report, sehingga peluangnya untuk menang akan lebih tinggi,” jelasnya.
Hal itu diharapkan menambah motivasi pengelola dana pensiun untuk membuat pelaporan keuangan yang lebih baik. Rosita mengungkapkan kriteria penilaian dana pensiun berbeda dengan perusahaan umum karena undang-undangnya juga berbeda. Banyak hal yang bisa diterapkan di perusahaan umum, tapi tidak sesuai dengan kondisi di  dana pensiun.
“Misalnya di perusahaan umum ada dewan komisaris dan dewan direksi, tapi di dana pensiun adanya hanya dewan penasihat. Banyak sekali peraturan-peraturan mengenai corporate governance yang di perusahaan umum sudah lazim, tapi di dana pensiun tidak lazim karena tidak dipersyaratkan di undang-undang,” tambah Rosita.

Menutup Celah Akal-akalan Pelaporan
Dalam penjurian yang meliputi penilaian annual report secara tertulis dan wawancara, perusahaan tak hanya dituntut untuk menyampaikan detail assessment terhadap corporate governance secara benar dan transparan, tetapi juga harus memberikan klarifikasi secara lisan atas apa yang dilaporkannya.
“Karena bisa saja yang mereka tulis bagus, tapi board of director dan board of commisioner ternyata tidak paham atas apa yang mereka sampaikan. Jangan-jangan ini bisa-bisanya konsultan saja,” kata Rosita. “Tentu terlihat disitu apakah mereka menguasai annual report-nya atau tidak. Ini sekaligus menutup celah akal-akalan pelaporan di kalangan peserta,” tandasnya.

Menjadi Media Komunikasi
Membangun Daya Saing Ekonomi Indonesia untuk Menyongsong Integrasi Ekonomi ASEAN 2015, melalui Transparansi Informasi adalah tema yang diangkat dalam penyelenggaraan ARA 2013. Ini makin menekankan pentingnya penerapan good governance di internal perusahaan karena hal itu diyakini bisa berdampak pada pengelolaan perusahaan yang lebih baik sehingga akan mengangkat daya saing di masa depan.
Selain itu, dalam era keterbukaan informasi seperti saat ini, sebuah laporan tahunan perusahaan tidak lagi hanya dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen dalam Rapat Umum Pemegang Saham saja. Laporan Tahunan kini telah menjadi media komunikasi yang efektif kepada semua pihak, untuk menjelaskan kinerja dan prospek masa depan perusahaan.
Dengan menjadikan laporan tahunan sebagai transparansi informasi, maka diharapkan akan tercipta GCG yang sekaligus  bermanfaat untuk kemajuan perusahaan.  Rosita berharap dengan diberikannya kriteria penilaian bagi dana pensiun, maka akan lebih banyak lagi dana pensiun yang ikut serta di ajang ini. Selain itu, keikutsertaan perusahaan privat yang lebih banyak lagi sangat diperlukan,  karena selama ini peserta ARA didominasi oleh perusahaan BUMN. “Biar bagaimanapun ini keterbukaan informasi, semakin baik informasi itu dan semakin terbuka, tentu yang diuntungkan masyarakat,” tegas Rosita.
Jumlah peserta ARA 2013 meningkat dibandingkan tahun lalu. Tercatat ada 261 perusahaan dan 12 dana pensiun, akan memperebutkan penghargaan sebagai perusahaan/dana pensiun dengan laporan keuangan terbaik. Tahun sebelumnya, ARA  diikuti oleh 237 peserta yang terdiri dari 234 perusahaan dan 3 dana pensiun.
Acara penganugerahan Annual Report Award 2013 akan berlangsung di Jakarta pada 16 Oktober 2014. Penghargaan yang akan diterima para pemenang antara lain sertifikat dari Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian BUMN dan Bank Indonesia, pemotongan biaya pencatatan/listing fee sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia, serta penghargaan dari IAI yang berupa pembebasan biaya keanggotan, pelatihan serta ujian sertifikasi.

GCG Bobot Terbesar
Penghargaan ARA 2013 diberikan kepada perusahaan dan dana pensiun yang berhasil memperoleh nilai terbaik dari semua kriteria yang ditetapkan. Baik perusahaan maupun dana pensiun, masing-masing memiliki 8 klasifikasi kriteria penilaian dengan jumlah bobot yang berbeda.
Untuk kriteria penilaian perusahaan, klasifikasi GCG memiliki bobot terbesar yakni 35%, serta analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja perusahaan sebesar 22%. Penilaian terkait GCG tersebut salah satunya meliputi uraian mengenai corporate social responsibility yang di antaranya terkait dua hal.
Pertama, lingkungan hidup, mencakup sertifikasi di bidang lingkungan yang dimiliki perusahaan, kebijakan manajemen, serta kegiatan yang dilakukan terkait program lingkungan hidup yang berhubungan  dengan kegiatan operasional perusahaan seperti penggunaan material dan energi yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang, serta sistem pengolahan limbah perusahaan. Kedua, pengembangan sosial dan kemasyarakatan, berupa informasi tentang kebijakan manajemen, kegiatan serta biaya yang dikeluarkan terkait pengembangan sosial dan kemasyarakatan.
Sedangkan untuk dana pensiun, bobot penilaian terbesar yakni 35% terdapat pada klasifikasi tata kelola, serta analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja dana pensiun sebanyak 22%. Penilaian mengenai tata kelola dana pensiun itu terdiri dari 14 kriteria, salah satunya berupa uraian mengenai manajemen risiko dana pensiun yang meliputi penjelasan mengenai sistem manajemen risiko, evaluasi yang dilakukan atas efektivitas sistem manajemen resiko, penjelasan mengenai risiko yang akan dihadapi dana pensiun serta upaya untuk mengelola risiko tersebut.
Dalam menilai analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja dana pensiun, terdapat 9 kriteria, yang salah satunya meliputi uraian tentang kemampuan membayar manfaat pensiun dan tingkat kolektabilitas piutang iuran dengan menyajikan perhitungan rasio yang relevan. Bahasan dan analisis kriteria tersebut adalah mengenai kemampuan dana pensiun dalam menyelesaikan pembayaran manfaat pensiun kepada seluruh peserta dana pensiun yang akan jatuh tempo dalam satu tahun; tingkat kolektabilitas piutang iuran; dan kesesuaian aset dan liabilitas.  *DIN

(Tulisan ini telah terbit di Majalah Akuntan Indonesia Edisi Oktober – Nopember 2014)

IAI, Salam Profesionalisme Akuntan
Filed Under :

0 komentar for "Peristiwa: “Ujian Korporasi Menjelang AEC 2015” "

Posting Komentar

background